Pada tanggal 7 Desember 2021 Kementrian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika bersama Direktorat Pos mengadakan acara penyelenggaraan kompetensi bidang penyelenggaraan pos dan logistik di Hotel Santika premiere Bintaro. Bapak Rolly Maulana Awangga selaku perwakilan dari Direktorat Pos, diundang dalam acara ini untuk menjadi narasumber berkaitan dengan teknologi yang eksis dalam bidang pos dan logistik saat ini.
Narasumber memulai presentasi dengan memberikan pertanyaan tentang 5 cara audiens mengetahui adanya panggilan masuk pada smartphone mereka. Pertanyaan ini ditanggapi dengan semangat oleh audiens. Salah satu audiens, ibu Ariani memberikan jawabannya yaitu melalui nada dering, melalui notifikasi pada layar hp atau lampu notifikasi, dan jawaban yang tak terduga diberikan oleh ibu Ariani. Ibu Ariani berkata "biasanya kalo ada panggilan masuk ke smartphone saya, anak saya akan berteriak 'Maaa, ada telpon masuk ma!'", jawaban tak terduga ini sontak membuat semua audiens tertawa. Selain ibu Ariani, beberapa audiens lain juga memberikan jawaban yang tak terduga seperti bergetar-getar di paha, bunyi hp yang jatuh dari atas meja karena bergetar, dan lain-lain. Narasumber memberitahukan jawaban bahwa saat ini mungkin kita hanya bisa mengetahui panggilan masuk dengan pancaindra yaitu penglihatan, pendengaran, dan peraba. Kita tidak tau dimasa depan mungkin akan ada cara mengetahui panggilan masuk menggunakan indra penciuman dan pengecapan. Selanjutnya narasumber menyampaikan materi-materi terkait teknologi mulai dari aplikasi, iot, hingga artificial intelligence yang dibangun untuk memudahkan kita dalam melakukan pekerjaan terkait logistik. Narasumber menjelaskan bahwa ia sangat menyayangkan adanya berbagai aplikasi yang telah di bangun dengan baik dan susah payah dalam satu organisasi akan tetapi pengguna aplikasi itu sendiri tidak familiar dengan aplikasi tersebut dan seringkali hanya menyuruh pihak lain untuk menggunakan aplikasi tersebut mewakili dirinya. Intinya User Experience sangat dibutuhkan dalam pembangunan dan pengembangan suatu aplikasi. Maka dari itu, ITeung dibuat berdasarkan user experience sehingga banyak diminati oleh para pengguna.
Diakhir pemaparan materi oleh narasumber dilakukan demo produk Artificial Intelligence yaitu Iteung Chatbot. Narasumber menjeaskan bahwa chatbot ITeung memberikan banyak manfaat saat ini di Politeknik Pos Indonesia. Audiens merasa sangat tertarik untuk mencoba berkomunikasi dengan ITeung, berbagai pertanyaan pun diberikan oleh audiens terkait ITeung, salah satunya pertanyaan mengenai apakah iteung bisa melakukan tracking paket agar pengguna bisa mengetahui status pengiriman dari paket tersebut. Narasumber menjawab bahwa ITeung bisa melakukan hal tersebut apabila diajarkan kepadanya, karena konsep ITeung itu seperti seorang anak yang dilatih dan diajarkan sehigga ITeung mampu memahami dan memberikan respon secara cepat dan tepat kepada pengguna. Narasumber menegaskan kepada para audiens apabila memiliki ide pengembangan untuk ITeung, maka bisa datang berkunjung ke kampus Politeknik Pos Indonesia dan berkolaborasi dalam pengembangan ITeung.
